SahabaT yaNg baiK adaLah oRanG yanG daPaT meNunjuKkan paDa keBenaRan

Selasa, 26 Juli 2011

Resume Pertemuan 9 Static Route

Sebelum membahas static route, pertama sekali akan dibahas apa itu router. Router adalah paket yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan lain, menggunakan metode addressing dan protokol tertentu untuk melewatkan paket data tersebut. Router memiliki kemampuan melewatkan paket Ip dari suatu jaringan ke jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur di antara keduanya. Router-router yang saling terhubung dalam jaringan internet turut serta dalam sebuah algoritma routing terdistribusi untuk menentukan jalur terbaik yang dilalui paket IP dari system ke system lain. IP tidak mengetahui jalur keseluruhan menuju tujuan setiap paket. IP routing hanya menyediakan IP address dari suatu router berikutnya yang menurutnya lebih dekat ke host tujuan.

PC Router adalah Personal Computer yang digunakan sebagai router ( routing ) biasanya yang digunakan adalah PC – Multihomed yaitu komputer yang memiliki lebih dari 1 NIC ( Network Interface Card ).
Routing ( perutean ) merupakan cara bagaimana suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan.

Routing (perutean) merupakan cara bagaimana suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan.
Perutean dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: static route dan dynamic route. Penggunaan default gateway dan static route dapat disesuaikan dengan kebutuhan pada saat mendesain suatu jaringan, apakah route yang dibuat bersifat kompleks atau sederhana. Untuk desain route sederhana, kemungkinan besar dapat digunakan dengan menggunakan default gateway. Tetapi seandainya kondisi jaringan sudah begitu kompleks, dapat kita gunakan routing static atau kombinasi dengan menggunakan default gateway dan static route pada titik-titik tertentu.

Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table (tabe; routing) dengan konfigurasi manual. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah dikonfigurasi secara manual dan di-maintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya.

Static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan di dalam internetwork yang mana dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigurasi untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, di mana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket.
Static route terdiri dari perintah-perintah konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route kepada router. Sebuah router hanya akan meneruskan paket kepada subnet-subnet yang hanya ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan langsung kepadanya keluar dari interface router yang mempunyai status “up and up” pada line interface dan protokolnya. Dengan menambahkan static route, sebuah router dapat diberitahukan ke mana harus meneruskan paket-paket kepada subnet-subnet yang tidak bersentuhan langsung kepadanya.

Router tabelnya diset manual dan disimpan dalam router. Seorang administrator harus meng-update route static ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork). Oleh karena itu routing static biasanya digunakan untuk membangun jaringan yang berskala kecil.

Tabel routing (routing table) terdiri atas entri-entri rute dan setiap entri rute terdiri dari IP Address.Tabel routing setidaknya terdiri dari field berikut :
1. Destination
Dapat berupa alamat IPv4 atau prefix alamat IPv4. Dalam Windows, kolom ini dinamakan Network Destination dalam display perintah route print.

2. Network Mask
Subnet mask digunakan untuk menyesuaikan tujuan alamat IPv4 dari nilai paket yang dikirim dari field destination. Pada windows, kolom ini dinamakan Netmask.

3. Next-Hop
Alamat IPv4 yang dilewati. Pada tabel router di Windows, kolom ini dinamakan Gateway

Contoh kasus :
Routing dengan Static Route
1. Bangun jaringan seperti berikut :



2. Lakukan konfigurasi sesuai gambar di atas
3. Tabel routing untuk jaringan seperti di atas adalah sebagai berikut :



Untuk direct routing secara default telah dibuatkan oleh sistem pada tabel routing yang dapat dilihat dengan mengetikkan perintah “ route print “ pada DOS. Sedangkan untuk yang tidak langsung ( indirect ) harus ditambahkan sendiri, sehingga nantinya akan terjadi koneksi setelah penambahan static route.

4. Tambahkan static route berikut :
Pada router 1 > Route Add 192.168.3.0 Mask 255.255.255.0 192.168.20.2
Pada router 2 > Route Add 192.168.1.0 Mask 255.255.255.0 192.168.20.1
5. Uji koneksi dengan perintah ping
Setelah penambahan static route pada tabel routing, semua komputer dapat saling terkoneksi
6. Untuk mengetahui rute yang dilalui dalam meneruskan paket data dari satu host ke host lain, ketikkan perintah tracer
- Dari PC dengan alamat 192.168.1.2 ke alamat 192.168.1.3
Hasil :
 Tracert 192.168.1.3
Tracing route to 192.168.1.3 over a maximum of 30 hops
1 <1ms <1ms <1ms 192.168.1.3
Trace complete
- Dari PC dengan alamat 192.168.1.2 ke alamat 192.168.20.4
Hasil :
 Tracert 192.168.20.4
Tracing route to 192.168.20.4 over a maximum of 30 hops
1 <1ms <1ms <1ms 192.168.1.1
1 <1ms <1ms <1ms 192.168.20.4
Trace complete


- Dari PC dengan alamat 192.168.1.2 ke alamat 192.168.3.3
Hasil :
 Tracert 192.168.3.3
Tracing route to 192.168.3.3 over a maximum of 30 hops
1 <1ms <1ms <1ms 192.168.1.1
1 <1ms <1ms <1ms 192.168.20.2
1 <1ms <1ms <1ms 192.168.3.3
Trace complete

1. Keuntungan Static Route
a. Static route lebih aman dibanding dynamic route
b. Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing protocols dengan maksud melakukan konfigurasi router untuk tujuan membajak traffic.

2. Kerugian
a. Administrasinya adalah cukup rumit dibanding dynamic routing, khususnya jika terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigurasi secara manual
b. Rentan terhadap kesalahan saat entri data static route dengan cara manual

Sumber :
http://servas.wordpress.com/2007/12/08/routing-static/
http://www.sysneta.com/static-route

2 komentar:

Yurike Yastin Wandani (97930) mengatakan... Reply Comment

hy preen,,t4 kasi jmpolx dmana,?????

Yurike Yastin Wandani (97930) mengatakan... Reply Comment

yeyeyeye,,,akirnya aq bisa komeeen,,,hy pren..haloh3x..

Posting Komentar